- Back to Home »
- nilai kehidupan »
- Nilai Kehidupan : "Segelas Susu"
Posted by : Ikan
Kamis, 19 Juli 2012
Seorang anak kecil terbiasa setiap akan pergi sekolah maupun
saat ingin tidur selalu minum susu yang diberikan oleh sang bundanya. Ia
bernama Rendi,seorang anak yang telah yatim. Sang bunda sangat memperhatikan
anak semata wayangnya itu, hingga setiap hari Rendi dibiasakan untuk minum
segelas susu..
Sampai Rendi dewasa pun sang bunda masih memberinya susu,
tetapi makin kesini , Rendi selalu menolaknya. Hingga suatu saat ia sedang
mengerjakan pekerjaannya di depan komputer di kamarnya, sang bunda membawakan
segelas susu untuknya. Dengan rasa gengsi yang tinggi , ia menolak susu
tersebut.Tetapi sang bunda tetap saja membujuk dia untuk meminumnya hingga
akhirnya Rendi pun menerimanya. Tidak lama kemudian setelah bundanya keluar,
Rendi tak jadi meminum susu tersebut, ia malah membuangnya ke tempat sampah
beserta gelasnya.Rendi pun melanjutkan pekerjaannya.
Pagi menjelang, Rendi pun berangkat kerja, tetapi saat itu
ia tidak ingin sarapan pagi dengan bunda. Lalu bundanya yang sedang kurang enak
badan ditambah dengan batuk yang tiada henti pun tak mau memaksanya, ia
memberikan segelas susu kembali. Dengan nada kesal, Rendi menolaknya, ia tak
mau minum susu lagi, karena menurutnya ia tak lagi anak kecil yang harus
meminum susu. Sang Bunda terus membujuknya, tetapi Rendi langsung bergegas
pergi meninggalkan bundanya. Sang bunda yang tak enak badan , ia menjatuhkan
gelas yang berisikan susu tersebut karena merasa pusing, yang kemudian ia jatuh
di lantai.
Malam tiba, Rendi seperti biasa di kamarnya sedang
mempersiapkan meeting untuk besok pagi. Sang bunda pun seperti biasa menyiapkan
segelas susu untuknya walaupun keadaannya yang kurang sehat.Tetapi apa balasan
dari Rendi, ia menolak dengan keras hingga saat bundanya yang sedang membawa
segelas susu itu ditangkisnya. Tumpahan susu tersebut sentak menumpahkan kertas
bahan untuk meeting Rendi besok pagi. Rendi pun marah besar kepada bundanya ,
ia pun mengusir bundanya keluar dari kamarnya. Sang bunda hanya menangis karena
telah merusak pekerjaan anaknya.
Saat siang hari setelahnya, Rendi bersama temannya sedang
makan siang di sebuah cafe. Tiba-tiba temannya datang telat, dan langsung
membuka makanan / bekal yang ia bawa dari rumah buatan bundanya. Rendi dan
temannya pun hanya menertawakan hal itu. Tetapi temannya menyatakan bahwa
buatan bundanya paling enak dari makanan lainnya. Rendi langsung teringat sejak
kecil ia diberi segelas susu hingga saat dewasa pun bundanya selalu memberikan segelas
susu kepadanya, tetapi ia teringat pula kejadian malam itu ,saat bundanya
merusak pekerjaannya hingga membuatnya sangat marah.
Rendi pun pulang ke rumahnya dan terlihat bundanya yang
sedang tertidur di meja makan dengan memegang segelas susu untuknya.Saat ia
mendekati bundanya dan selalu ia sapa, sang bunda hanya tetap menutup matanya.
Dan Rendi pun tahu bahwa bundanya telah meninggalkannya untuk selamanya.Ia pun
menangis.Ia menyesal telah menyakiti perasaan bundanya itu.
“Kasih sayang ibu tidak akan pernah luntur sampai kapanpun,
ibu hanya butuh penghargaan kita walaupun itu sedikit, hal itu akan membuatnya
bahagia. Kita akan merasa menyesal jika beliau telah meninggalkan kita terlebih
dulu sebelum kita membahagiakannya. Janganlah menunggu waktu untuk memberinya
kebahagiaan dunia, karena cuma itu yang ia tunggu dari seorang anaknya.”
