Archive for 2012
Quotes : Seorang Aktivis dan Ibunya
Orang bilang anakku seorang aktivis. Kata mereka namanya tersohor
dikampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang
kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang
aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya
seorang putra kecil ibu yang lugu.
Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.
Anakku, kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu. Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?
Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku..
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu? dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?
Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..
Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakak dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan. Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.
Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridhamu, Mustahil kuperoleh ridhaNya..."
Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.
Anakku, kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu. Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?
Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku..
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu? dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?
Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..
Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakak dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan. Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.
Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridhamu, Mustahil kuperoleh ridhaNya..."
Nilai Kehidupan : Enam Pertanyaan Al - Ghozali
Suatu hari,
Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.
Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)
Pertanyaan kedua "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Pertanyaan yang ke tiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya
ada yang menjawah gunung, bumi,dan matahari. Semua jawaban
itu benar kata Imam Ghozali. Tapi
yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al
A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan ke empat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada
yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah
SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia
dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia
masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang
amanahnya.
Pertanyaan yang ke lima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan
melukai perasaan saudaranya sendiri.
Sunnah : Empat Perkara Sebelum Tidur
(Tafsir Haqqi)
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra, : "ya Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara , yaitu :
- Sebelum khatam Al-Qur'an,
- Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
- Sebelum para muslim meridhoi kamu,
- Sebelum kamu melaksanakan haji dan umroh.
Bertanya Aisyah : " Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah Al-Ikhlas 3x seakan-akan kau mengkhatamkan Al-Qur'an.
Bacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Beristigfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu.
Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid,bertahlil,bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh."
#Sekian untuk ingatan kita bersama, Sebarkanlah kepada sesama Muslim sebuah ilmu yang bermanfaat.
Nilai Kehidupan : "Segelas Susu"
Seorang anak kecil terbiasa setiap akan pergi sekolah maupun
saat ingin tidur selalu minum susu yang diberikan oleh sang bundanya. Ia
bernama Rendi,seorang anak yang telah yatim. Sang bunda sangat memperhatikan
anak semata wayangnya itu, hingga setiap hari Rendi dibiasakan untuk minum
segelas susu..
Sampai Rendi dewasa pun sang bunda masih memberinya susu,
tetapi makin kesini , Rendi selalu menolaknya. Hingga suatu saat ia sedang
mengerjakan pekerjaannya di depan komputer di kamarnya, sang bunda membawakan
segelas susu untuknya. Dengan rasa gengsi yang tinggi , ia menolak susu
tersebut.Tetapi sang bunda tetap saja membujuk dia untuk meminumnya hingga
akhirnya Rendi pun menerimanya. Tidak lama kemudian setelah bundanya keluar,
Rendi tak jadi meminum susu tersebut, ia malah membuangnya ke tempat sampah
beserta gelasnya.Rendi pun melanjutkan pekerjaannya.
Pagi menjelang, Rendi pun berangkat kerja, tetapi saat itu
ia tidak ingin sarapan pagi dengan bunda. Lalu bundanya yang sedang kurang enak
badan ditambah dengan batuk yang tiada henti pun tak mau memaksanya, ia
memberikan segelas susu kembali. Dengan nada kesal, Rendi menolaknya, ia tak
mau minum susu lagi, karena menurutnya ia tak lagi anak kecil yang harus
meminum susu. Sang Bunda terus membujuknya, tetapi Rendi langsung bergegas
pergi meninggalkan bundanya. Sang bunda yang tak enak badan , ia menjatuhkan
gelas yang berisikan susu tersebut karena merasa pusing, yang kemudian ia jatuh
di lantai.
Malam tiba, Rendi seperti biasa di kamarnya sedang
mempersiapkan meeting untuk besok pagi. Sang bunda pun seperti biasa menyiapkan
segelas susu untuknya walaupun keadaannya yang kurang sehat.Tetapi apa balasan
dari Rendi, ia menolak dengan keras hingga saat bundanya yang sedang membawa
segelas susu itu ditangkisnya. Tumpahan susu tersebut sentak menumpahkan kertas
bahan untuk meeting Rendi besok pagi. Rendi pun marah besar kepada bundanya ,
ia pun mengusir bundanya keluar dari kamarnya. Sang bunda hanya menangis karena
telah merusak pekerjaan anaknya.
Saat siang hari setelahnya, Rendi bersama temannya sedang
makan siang di sebuah cafe. Tiba-tiba temannya datang telat, dan langsung
membuka makanan / bekal yang ia bawa dari rumah buatan bundanya. Rendi dan
temannya pun hanya menertawakan hal itu. Tetapi temannya menyatakan bahwa
buatan bundanya paling enak dari makanan lainnya. Rendi langsung teringat sejak
kecil ia diberi segelas susu hingga saat dewasa pun bundanya selalu memberikan segelas
susu kepadanya, tetapi ia teringat pula kejadian malam itu ,saat bundanya
merusak pekerjaannya hingga membuatnya sangat marah.
Rendi pun pulang ke rumahnya dan terlihat bundanya yang
sedang tertidur di meja makan dengan memegang segelas susu untuknya.Saat ia
mendekati bundanya dan selalu ia sapa, sang bunda hanya tetap menutup matanya.
Dan Rendi pun tahu bahwa bundanya telah meninggalkannya untuk selamanya.Ia pun
menangis.Ia menyesal telah menyakiti perasaan bundanya itu.
“Kasih sayang ibu tidak akan pernah luntur sampai kapanpun,
ibu hanya butuh penghargaan kita walaupun itu sedikit, hal itu akan membuatnya
bahagia. Kita akan merasa menyesal jika beliau telah meninggalkan kita terlebih
dulu sebelum kita membahagiakannya. Janganlah menunggu waktu untuk memberinya
kebahagiaan dunia, karena cuma itu yang ia tunggu dari seorang anaknya.”
Nilai Kehidupan : "Anakku bukan Anakku"
Dini seorang buruh wanita yang bekerja di sebuah pabrik makanan, sedang menunggu sang kekasih yang ingin menjemputnya di pinggir jalan dekat tempat kostnya...Tiba-tiba seorang ibu yang sedang menumpaki taksi menuju kantor suaminya berhenti di depan Dini, Ibu Frida namanya. Ia pun keluar dari taksi dan kemudian menyapa Dini yang sudah di kenal karena sering membeli makanan di toko tempat Dini bekerja..Terlihat wajah Dini yang pucat, bu Frida mengajak Dini untuk bersama-sama naik taksi karena jalurnya sama dengan menuju toko tempat Dini bekerja. Tetapi dini menolaknya karena ia sudah janji akan dijemput kekasihnya.Bu Frida yang merasa kasihan dengan keadaan Dini yang sedang kurang enak badan akhirnya memberikan syal yang sedang ia kenakan kepada Dini, walaupun Dini dengan sopannya menolak syal tersebut..Kemudian kekasihnya pun datang dengan motornya, adit namanya, ia pun menyapa Dini dan bu frida. Bu Frida yang tak suka dengan kekasih Dini pun akhirnya pergi terlebih dulu meninggalkan mereka. Mereka berdua pun juga akhirnya pergi menuju tujuan masing-masing..
Suatu siang hari, bu frida mengunjungi Dini di tempat dini
bekerja. Dengan membawa makan siang , ia berencana mengajak makan siang bersama
dengan Dini. Dini pun merasa senang dibawakan makan siang , tetapi merasa tak
enak dengan bu frida karena terlalu merepotkan. Saat makanan itu ingin disantap
mereka, tiba-tiba kekasih Dini datang. Bu frida yang tak suka dengannya , langsung bergegas pergi dari tempat itu
setelah pamit dengan Dini dan memberikan kartu nama kepada Dini. Kekasih Dini
datang ternyata punya maksud untuk memimjam uang kembali dari Dini untuk
keperluan kuliahnya. Dini sebenarnya tidak ingin memberinya kembali uangnya,
tetapi karena Adit memohon-mohon, hati Dini pun akhirnya luluh dan tetap
memberikan uangnya untuk dipinjam kekasihnya.
Saat malam , disaat ibu frida sedang mengunjungi mall ,
terlintas Adit dengan seorang perempuan yang ternyata habis bersenang-senang di
mall tersebut. Hati bu Frida pun miris, sedih merasakan perasaan Dini apabila
mengetahui ini semua. Takdir pun mempertemukan mereka di sebuah minimarket.
Saat Dini keluar dari minimarket bu Frida pun baru datang dengan wajah penuh
kesedihan , mengeluarkan air mata menyuruh Dini untuk memutuskan Adit. Dini pun
kesal dengan pernyataan yang dikeluarkan bu Frida, ia pun membalas pernyataan
tersebut dengan nada kesal hingga melukai hati Ibu Frida ,seseorang yang sudah
menganggap Dini sebagai anaknya sendiri. Dini pun bergegas pergi meninggalkan
bu Frida.
Dini pun resah dengan pernyataan bu frida semalam, bu frida
mengatakan kalau Adit juga jalan dengan perempuan lain.Dini menelpon adit pun
tidak diangkat, SMS pun tidak dibalas, membuat hati Dini menjadi tambah
gelisah. Kemudian semua menjadi kebenaran mutlak, saat Dini sedang menunggu
angkutan untuk pulang, tiba-tiba di seberang terlihat Adit sedang bersama
perempuan lain dengan mesranya mereka berdua. Hati Dini pun shock, Dini tidak
kuat melihat kenyataan ini, ia pun berjalan tertatih-tatih sambil menangis..
Malam itu, Dini mengunjungi
rumah Bu Frida, karena Bu Frida sedang keluar , ia pun disambut oleh
suami bu Frida dan dipersilahkan duduk. Diceritakanlah Dini tentang peristiwa
yang telah menimpa Rena, anak tunggal dari bu frida yang mirip sekali dengan
Dini, bahwa dahulu Rena cinta mati dengan kekasihnya , hingga akhirnya mereka
pun bertunangan, tiba-tiba petaka buruk datang, kekasihnya lebih memilih
perempuan yang lain. Rena pun sakit hati begitu dalam hingga ia berani
mengakhiri hidupnya dengan memutuskan urat nadinya. Dini pun terharu dan
meneteskan air matanya setelah mendengar peristiwa tersebut. Bu Frida pun
datang , dengan cepat Dini memeluk Bu frida , ia menangis di pelukan ,
menyesali sikapnya saat itu. Akhirnya dini pun diterima di keluarga Bu frida sebagai anak angkatnya.
“Begitu banyak di luar sana yang dapat membuat kamu kecewa,
banyak pula yang dapat membuatmu bahagia. Tetapi, Belajarlah untuk menghargai
mereka yang telah membuat kamu bahagia.”
postingan kedua
Hmm gue balik lagi ke dunia blog setelah vakum lumayan
lama.. Gara- gara ga ada pulsa modem gue jadi ga pernah posting lagi, ga bisa
OL , ga bisa apa-apa deh..ehh sekarang gue pengen nulis-nulis lagi deh
gara-gara kata-kata ini “Lu ga bakal bisa dikenal tanpa tulisan” ya kalo gue
pikir sih emang bener tuh kata-katanya, yang gue liat orang-orang terkenal
biasanya gara-gara tulisan, ya contohnya aja raditya dika, tuh orang terkenal
cuma gara-gara nulis diary di blog trus dikumpulin jadi satu buku, eh laku deh
dipasaran, keren juga sih..gue juga ke pengen deh nulis-nulis walaupun ga ada
bobotnya ya gue sih iseng aja, siapa tau berhadiah , dapet piring ato dapet
sabun gitu...paling juga gue sharing-sharing aja , insyaallah bakal gue posting
artikel-artikel yang keren yang pernah gue baca, dan pastinya ada
maknanya..mudah-mudahan..amin..
Dulu gue posting berapa ya??3 doang kali , lupa..isinya cuman ngegalau yang ga ada rasanya sama sekali..sekarang gue ganti isi blog gue ini sama pengalaman-pengalaman gue yang garing yang ada rasanya asem manis asin pahit semuanya dah...semoga bisa jadi pembelajaran buat kalian semua para pembaca blog terhangat ini..hahaha...asik juga kalo ketawa, kayanya gue harus banyak ketawa deh di setiap tulisan gue..hahahaha..daripada galau terus..betul ga?pasti betul lah...hahaha...
Dulu gue posting berapa ya??3 doang kali , lupa..isinya cuman ngegalau yang ga ada rasanya sama sekali..sekarang gue ganti isi blog gue ini sama pengalaman-pengalaman gue yang garing yang ada rasanya asem manis asin pahit semuanya dah...semoga bisa jadi pembelajaran buat kalian semua para pembaca blog terhangat ini..hahaha...asik juga kalo ketawa, kayanya gue harus banyak ketawa deh di setiap tulisan gue..hahahaha..daripada galau terus..betul ga?pasti betul lah...hahaha...
Gue juga pengen mulai nulis lagi gara-gara apa ya?lupa mulu
gue..aduh-aduh...oh iya gara-gara sesosok makhluk yang baru gue kenal belum
lama , baru akhir-akhir ini padahal tapi udah tau siapa gue sebenernya..hahaha..iya
dia betina , alay ga ya?ya atraktif deh kaya sirkus, bawel trus tuh makhluk
tapi ketawa mulu kerjaannya ..hahaha nyamain aja..asik makhluknya, gue suka
gayanya..hehehe...udah ah jangan dia mulu, ntar ada yang kepedean lagi..hahaha
Sepertinya mulai sekarang harus ada peningkatan nih dalam
diri..banyak peristiwa yang banyak banget hikmahnya yang mesti gue ambil, dan
ga mungkin bisa gue inget semua..makanya perlu ditulis ,ya di blog
ini..hehehe..semoga dapat bermanfaat buat yang lain...amin..
Posted by Ikan
postingan pertama
Ini mungkin bukan yang pertama jadi blogger dalam hidup gue(lohhh???), pengaruh internet yang gede buat gue haus akan teknologi dan informasi terbaru ( emang ga minum-minum apa pake haus segala). Tetapi bagi gue, gue ini termasuk orang yang telat, ya coba lo bayangin aja, dulu siapa sih yang ga tau friendster sebuah situs jejaring sosial yang lagi nge-trend di kalangan anak remaja alay.. Gue waktu itu udah kaya peribahasa ya “ seperti kodok dalam tempurung” ( katak bukan kodok b*d*h!!!) oh udah ganti yak, iya dah katak , gue Cuma ngeliatin temen gue maen di warnet , dengerin temen gue ngobrolin friendsternya masing-masing, betapa gaptek banget diri gue waktu itu, sungguh hina diri gue..
Tapi yang gue bingung gue ga ada kepikiran buat bikin akun kaya temen- temen gue..mungkin diri gue yakin kali ada yang lebih baik dari friendster..eh beneran ada yang baru..facebook muncul di permukaan internet, cuuuusss..langsung dah gue bikin fb cepet-cepet biar ga ketinggalan lagi..gue gantian balik hina-hina temen gue yang ketinggalan bikin fb, haha seneng banget gue..itu karna fb waktu itu lagi booming banget..
Tapi ga lam ada yang ngetrend lagi nih buat anak-anak (ga terlalu juga sih).. yups bener blog..bagi gue itu adalah hal yang baru yang mesti gue cobain..gue cobain dah tapi kok ga ada rasanya ya ??(yaiyalah emang kata lo kopi apa) .. gue coba bikin dah bawa-bawa kelas karna gue bingung mau ngisi apa.. haha dan baru postingan pertama waktu itu gue udah ga ngurusin lagi tuh blog..ckck..sibuk banget gue waktu itu..dan juga ga punya komputer yang tiap detik konek ke internet..yah gue tinggalin aja tuh blog..
Tapi tenang aja blogger-blogger semua yang ada didunia..gue comeback lagi bro..mudah-mudahan blog gue kali ini bisa bermanfaat buat orang-orang diluar sana..ya sedikitnya gue bakalan kasih informasi-informasi yang anget-anget dah..kaya kopi yang baru di bikin..gue coba komitmen..karna gue juga pengen bisnis lewat blog ini..dibantu yak dibantu..haha..semoga lancar-lancar aja..
Tapi yang gue bingung gue ga ada kepikiran buat bikin akun kaya temen- temen gue..mungkin diri gue yakin kali ada yang lebih baik dari friendster..eh beneran ada yang baru..facebook muncul di permukaan internet, cuuuusss..langsung dah gue bikin fb cepet-cepet biar ga ketinggalan lagi..gue gantian balik hina-hina temen gue yang ketinggalan bikin fb, haha seneng banget gue..itu karna fb waktu itu lagi booming banget..
Tapi ga lam ada yang ngetrend lagi nih buat anak-anak (ga terlalu juga sih).. yups bener blog..bagi gue itu adalah hal yang baru yang mesti gue cobain..gue cobain dah tapi kok ga ada rasanya ya ??(yaiyalah emang kata lo kopi apa) .. gue coba bikin dah bawa-bawa kelas karna gue bingung mau ngisi apa.. haha dan baru postingan pertama waktu itu gue udah ga ngurusin lagi tuh blog..ckck..sibuk banget gue waktu itu..dan juga ga punya komputer yang tiap detik konek ke internet..yah gue tinggalin aja tuh blog..
Tapi tenang aja blogger-blogger semua yang ada didunia..gue comeback lagi bro..mudah-mudahan blog gue kali ini bisa bermanfaat buat orang-orang diluar sana..ya sedikitnya gue bakalan kasih informasi-informasi yang anget-anget dah..kaya kopi yang baru di bikin..gue coba komitmen..karna gue juga pengen bisnis lewat blog ini..dibantu yak dibantu..haha..semoga lancar-lancar aja..


