- Back to Home »
- bahasa tangan »
- Waktu Berkurang
Posted by : Unknown
Minggu, 30 Maret 2014
Waktu terus berjalan
Berjalan menuju pintu keluar
Keluar dari sebuah dunia
Dunia yang penuh makna
Makna kebahagiaan dan kesedihan menjadi Satu
Satu paket dalam waktu
Yaa waktu memang selalu berputar tanpa perlu digerakkan. Begitupun umur ini yang semakin berkurang menuju masa akhir hidup. Kebahagiaan dan kesedihan menjadi satu paket yang pasti diterima oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Tapi tak jarang diantara mereka yang selalu menganggap hal tersebut hanyalah keberuntungan ataupun kesialan semata. Tak jarang pula mereka yang mengerti jika hal tersebut merupakan anugerah yang harus kita syukuri apapun yang diberikan olehNya. Semoga kedewasaan dapat menjadi percepatan bagi mereka yang selalu mengeluh menyalahkan dunia ini dan untuk mereka yang lupa disaat kebahagiaan datang kepada mereka.
Genap sudah umur ini di kepala dua. Tapi masih banyak yang belum dilakukan sejauh ini. Hamba hanya bisa meminta ampun atas semua kesalahan yang dilakukan selama ini. Sifat kekanak-kanakan masih tersisa di dalam diri yang harus secepatnya dihilangkan untuk mengimbangi kecepatan umur yang tak bisa diberhentikan walaupun sesaat. Target yang diinginkan belum semua tercapai, banyak pekerjaan rumah besar yang harus dikerjakan. Tak ingin bila terget ini tertunda terus menerus hingga menunda target lainnya. Apalah daya diri ini yang hanya bisa berharap dan terus mencoba memotivasi diri untuk terus maju. Pada kenyataannya hambatan maju tersebut terdapat pada diri ini pula yang sangat susah hilang. Semangat datang pada saat tertentu tapi tak bisa dijaga sehingga dia bisa menghilang kapan saja. Ditambah diri yang tak mau mengejar untuk mendapatkannya kembali, mungkin gengsi untuk menjemput. Tetapi itulah salah satu kuncinya, menjemput bola.
Genap sudah umur ini di kepala dua. Tapi masih banyak yang belum dilakukan sejauh ini. Hamba hanya bisa meminta ampun atas semua kesalahan yang dilakukan selama ini. Sifat kekanak-kanakan masih tersisa di dalam diri yang harus secepatnya dihilangkan untuk mengimbangi kecepatan umur yang tak bisa diberhentikan walaupun sesaat. Target yang diinginkan belum semua tercapai, banyak pekerjaan rumah besar yang harus dikerjakan. Tak ingin bila terget ini tertunda terus menerus hingga menunda target lainnya. Apalah daya diri ini yang hanya bisa berharap dan terus mencoba memotivasi diri untuk terus maju. Pada kenyataannya hambatan maju tersebut terdapat pada diri ini pula yang sangat susah hilang. Semangat datang pada saat tertentu tapi tak bisa dijaga sehingga dia bisa menghilang kapan saja. Ditambah diri yang tak mau mengejar untuk mendapatkannya kembali, mungkin gengsi untuk menjemput. Tetapi itulah salah satu kuncinya, menjemput bola.
Yaa jemputlah bola , hal itu lebih baik daripada menunggu
bola itu datang. Seperti halnya semangat, mungkin dengan selalu tersenyum dan
menerima apapun yang terjadi, dengan sendirinya semangat itu akan cepat kita
dapatkan kembali, karena mungkin dia melemahkan kecepatannya atau mungkin dia melangkah
berlawanan dengan arah langkah kita. Semangat dapat mempengaruhi kecepatan
dalam langkah yang lambat, semangat dapat menjadi katalis saat menggapai
keinginan dengan cepat ,semangat dapat menjadi kekuatan disaat kelemahan
datang. Itulah yang harus semua manusia miliki, karena dengan itu manusia akan
bertahan, karena dengan itu manusia
tidak mudah menyerah.
Perubahan harus dilakukan, mengingat diri ini yang semakin
mendekati masa akhir. Semua yang belum didapatkan, harus segera didapatkan.
Tidak dengan cara menunggu perubahan itu datang, tetapi buatlah perubahan
tersebut. Semoga apa yang diinginkan dapat dikabulkan di sisa umur ini..aamiinn
Terima kasih untukMu yang masih memberikan kesempatan hidup
