Archive for Maret 2014
Terharu..
Yaa..memang kemarin saya genap berusia kepala 2. Umur hidup
di dunia berkurang dengan semestinya. Di hari itu memang banyak yang
mengucapkan doa, saya pun sangat berterima kasih akan hal itu. Doa yang
disampaikan layaknya nyawa baru, semangat baru menghadapi sisa hidup ini untuk
menjadi lebih baik. Yaa saya kira malam itu yang spesial ketika ada yang
mengucapkan tepat saat pergantian hari. Pada malam hari, dia mengucapkan
selamat dan doa untuk saya di sela-sela menunggu tidur. Cukup terkejut, dan
mungkin sungguh sebuah kejutan setelah tahun lalu ada seseorang disamping, tapi
di tahun ini bukan dia lagi, ada orang lain yang menyampaikan tepat di awal. Yaa
saya hanya bisa berterima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk mengucapkan
kata yang menyenangkan hati dan doa penyemangat untuk menjadi yang lebih baik.
Mungkin suatu hari nanti, akan saya balas apa yang kamu berikan.
Hari itu saya merasa harus kembali ke kediaman semula, yang
disana ada orang yang sangat saya cintai. Siapa lagi kalau bukan my family. I
love them. Tak disangka usia masih bisa mempertemukan saya dengan keluarga
kecil di sebuah tempat di bumi ini. Hamba selalu bersyukur atas apa yang Kau
berikan. Begitu banyak hal yang saya dapat hingga saat ini. Salah satunya hari
kelahiran saya. Hal itu benar-benar yang namanya sebuah kejutan, ketika seorang
ayah yang gagah masih mengingat hari kelahiran anaknya yang mungkin bukan
seorang yang seperti bocah lagi. Anakmu sudah menjadi seorang yang dewasa dan
bertanggung jawab akan hidupnya sendiri. Ayah masih menyempatkan waktu nya
untuk membelikan sebuah makanan tradisi disaat hari ulang tahun. Ayah masih
ingin merayakan apa yang dulu mungkin tak seberapa untuk membahagiakan anaknya
saat masih kecil. Saya tak pernah menyangka beliau masih peduli dengan hari
kelahiran saya, dan bukan maksud tidak peduli dengan anaknya, tapi ya sudah
cukup perayaan ulang tahun untuk anaknya yang sudah menjadi dewasa. Beliau tak
gentar, apapun yang beliau bisa lakukan, pasti beliau lakukan.
Hati ini tersentuh, air mata menetes dengan sendirinya, tak
disangka sebuah hal terjadi tanpa perkiraan. Hanya terima kasih yang
kusampaikan dari hati ini. Atas perjuanganmu untuk membahagiakan diri ini yang
masih suka membantah perintahmu. Semakin tersadar diri ini bahwa dirimu masih
ada di dunia ini, semakin tersadar bahwa diri ini harus menjaga dirimu hingga
akhir hayat nanti. Hanya sebuah harapan yang diri ini bisa sampaikan kepadaNya
untuk bisa membawamu ke tanah suci impian dan melaksanakan rukun islam yang
terakhir. Dan hal itu harus dilaksanakan, wajib untuk dilaksanakan. Apa yang
harus dilakukan, akan dilakukan hanya untuk kebahagiaanmu. Berbakti untuk sisa
waktu yang tersisa. Dan berharap dapat bertemu di akhirat nanti.
Terima Kasih Ayah.
“Dibalik kegagahan dirinya, pasti ada kasih sayang yang tersimpan di hatinya”
Waktu Berkurang
Waktu terus berjalan
Berjalan menuju pintu keluar
Keluar dari sebuah dunia
Dunia yang penuh makna
Makna kebahagiaan dan kesedihan menjadi Satu
Satu paket dalam waktu
Yaa waktu memang selalu berputar tanpa perlu digerakkan. Begitupun umur ini yang semakin berkurang menuju masa akhir hidup. Kebahagiaan dan kesedihan menjadi satu paket yang pasti diterima oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Tapi tak jarang diantara mereka yang selalu menganggap hal tersebut hanyalah keberuntungan ataupun kesialan semata. Tak jarang pula mereka yang mengerti jika hal tersebut merupakan anugerah yang harus kita syukuri apapun yang diberikan olehNya. Semoga kedewasaan dapat menjadi percepatan bagi mereka yang selalu mengeluh menyalahkan dunia ini dan untuk mereka yang lupa disaat kebahagiaan datang kepada mereka.
Genap sudah umur ini di kepala dua. Tapi masih banyak yang belum dilakukan sejauh ini. Hamba hanya bisa meminta ampun atas semua kesalahan yang dilakukan selama ini. Sifat kekanak-kanakan masih tersisa di dalam diri yang harus secepatnya dihilangkan untuk mengimbangi kecepatan umur yang tak bisa diberhentikan walaupun sesaat. Target yang diinginkan belum semua tercapai, banyak pekerjaan rumah besar yang harus dikerjakan. Tak ingin bila terget ini tertunda terus menerus hingga menunda target lainnya. Apalah daya diri ini yang hanya bisa berharap dan terus mencoba memotivasi diri untuk terus maju. Pada kenyataannya hambatan maju tersebut terdapat pada diri ini pula yang sangat susah hilang. Semangat datang pada saat tertentu tapi tak bisa dijaga sehingga dia bisa menghilang kapan saja. Ditambah diri yang tak mau mengejar untuk mendapatkannya kembali, mungkin gengsi untuk menjemput. Tetapi itulah salah satu kuncinya, menjemput bola.
Genap sudah umur ini di kepala dua. Tapi masih banyak yang belum dilakukan sejauh ini. Hamba hanya bisa meminta ampun atas semua kesalahan yang dilakukan selama ini. Sifat kekanak-kanakan masih tersisa di dalam diri yang harus secepatnya dihilangkan untuk mengimbangi kecepatan umur yang tak bisa diberhentikan walaupun sesaat. Target yang diinginkan belum semua tercapai, banyak pekerjaan rumah besar yang harus dikerjakan. Tak ingin bila terget ini tertunda terus menerus hingga menunda target lainnya. Apalah daya diri ini yang hanya bisa berharap dan terus mencoba memotivasi diri untuk terus maju. Pada kenyataannya hambatan maju tersebut terdapat pada diri ini pula yang sangat susah hilang. Semangat datang pada saat tertentu tapi tak bisa dijaga sehingga dia bisa menghilang kapan saja. Ditambah diri yang tak mau mengejar untuk mendapatkannya kembali, mungkin gengsi untuk menjemput. Tetapi itulah salah satu kuncinya, menjemput bola.
Yaa jemputlah bola , hal itu lebih baik daripada menunggu
bola itu datang. Seperti halnya semangat, mungkin dengan selalu tersenyum dan
menerima apapun yang terjadi, dengan sendirinya semangat itu akan cepat kita
dapatkan kembali, karena mungkin dia melemahkan kecepatannya atau mungkin dia melangkah
berlawanan dengan arah langkah kita. Semangat dapat mempengaruhi kecepatan
dalam langkah yang lambat, semangat dapat menjadi katalis saat menggapai
keinginan dengan cepat ,semangat dapat menjadi kekuatan disaat kelemahan
datang. Itulah yang harus semua manusia miliki, karena dengan itu manusia akan
bertahan, karena dengan itu manusia
tidak mudah menyerah.
Perubahan harus dilakukan, mengingat diri ini yang semakin
mendekati masa akhir. Semua yang belum didapatkan, harus segera didapatkan.
Tidak dengan cara menunggu perubahan itu datang, tetapi buatlah perubahan
tersebut. Semoga apa yang diinginkan dapat dikabulkan di sisa umur ini..aamiinn
Terima kasih untukMu yang masih memberikan kesempatan hidup
FMIPA Mengajar 2014 - Eps.1
Weekend mungkin menjadi waktu rehat bagi mahasiswa ditengah
kesibukan perkuliahan yang terus berlangsung saat weekdays. Tapi mungkin tidak
untuk beberapa mahasiswa yang berdedikasi tinggi untuk mengabdi kepada
masyarakat. Mereka menyempatkan diri ditengah waktu istirahatnya untuk
melakukan kegiatan bermanfaat yaitu mengajar anak-anak yang berada di desa
Petir,Kecamatan Dramaga. Pejuang LHMas (Lingkungan Hidup Masyarakat) Badan
Eksekutif Mahasiswa FMIPA IPB dan HIMALKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer)
IPB rutin melakukan turun desa saat weekend tiba. Edisi kali ini ialah FMIPA
Mengajar yang termasuk dalam program kerja Departemen LHMas yaitu MGF (MIPA Go
Field). Program ini bekerja sama dengan Himpunan profesi yang berada di
Fakultas MIPA IPB. Kemudian yang menjadi desa pengajaran ialah Desa Petir,
lebih tepatnya di SDN 05 Petir yang menjadi tempat pengajaran berlangsung.
![]() |
| Kegiatan mewarnai |
Pagi ini LHMas bersama HIMALKOM bertugas untuk memberikan
ilmunya kepada anak-anak dari SDN 05 Petir. Diawali dengan senam pemanasan yang
berlangsung di halaman sekolah kemudian dilanjutkan dengan games konsentrasi
sebelum belajar di kelas. Dipimpin oleh Endy (Statistika 49) untuk mengawali
kegiatan pengajaran di pagi hari ini. Antusias begitu terasa disaat anak-anak
sangat menikmati apa yang diberikan oleh kakak-kakak mereka (Mahasiswa LHMas
dan HIMALKOM). Kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam dua kelas, yaitu siswa
kelas 1-3 dan siswa kelas 4-5. Saat kelas 4-5 melakukan senam pemanasan di
halaman, kelas 1-3 memulai belajar mewarnai di ruang kelas yang seadanya.
Karena kekurangan alat mewarnai, mereka saling pinjam-meminjam dan suasana
kelas menjadi ramai terdengar teriakan – teriakan anak – anak yang sibuk
mewarnai. Tidak laki-laki , tidak perempuan semua menikmati kegiatan mewarnai
yang dibawa kakak – kakak. Dilain kelas, setelah pemanasan selesai, mereka
kembali ke ruang kelas dan melanjutkan kegiatan belajar bahasa inggris. Belajar
conversation hingga bernyanyi mereka lakukan dengan senang hati, baik
kakak-kakak maupun para siswa.
Setelah berlangsung selama tiga jam, akhirnya kegiatan
belajar usai. Diakhir kegiatan, mereka (siswa kelas 1-3) menerima hadiah atas
gambar yang mereka warnai oleh kakak – kakak berupa buku dan makanan ringan.
Terlihat keceriaan kecil dari wajah mereka yang masih polos. Membuat kakak –
kakak merasa terharu dengan semangat mereka ditengah keterbatasan yang
berharga. Mereka (Mahasiswa) hanya berharap apa yang mereka lakukan dapat
bermanfaat untuk anak – anak disana, setidaknya dapat memberikan perubahan yang
lebih baik untuk mereka. Pada hari ini merupakan FMIPA Mengajar edisi pertama
di tahun 2014. Akan ada edisi selanjutnya yang akan berlangsung dua minggu
kedepan di tempat dan waktu yang sama. Tunggu cerita selanjutnya J
LHMas : Yani, Lisna, Kholis, Yaya, Endy, Dhita, Ismail, Annisa, Pupu.
HIMALKOM : Dede, Ni’am, Lani, Erna.
(ARS)

