Posted by : Unknown Minggu, 30 Maret 2014

Yaa..memang kemarin saya genap berusia kepala 2. Umur hidup di dunia berkurang dengan semestinya. Di hari itu memang banyak yang mengucapkan doa, saya pun sangat berterima kasih akan hal itu. Doa yang disampaikan layaknya nyawa baru, semangat baru menghadapi sisa hidup ini untuk menjadi lebih baik. Yaa saya kira malam itu yang spesial ketika ada yang mengucapkan tepat saat pergantian hari. Pada malam hari, dia mengucapkan selamat dan doa untuk saya di sela-sela menunggu tidur. Cukup terkejut, dan mungkin sungguh sebuah kejutan setelah tahun lalu ada seseorang disamping, tapi di tahun ini bukan dia lagi, ada orang lain yang menyampaikan tepat di awal. Yaa saya hanya bisa berterima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk mengucapkan kata yang menyenangkan hati dan doa penyemangat untuk menjadi yang lebih baik. Mungkin suatu hari nanti, akan saya balas apa yang kamu berikan.
Hari itu saya merasa harus kembali ke kediaman semula, yang disana ada orang yang sangat saya cintai. Siapa lagi kalau bukan my family. I love them. Tak disangka usia masih bisa mempertemukan saya dengan keluarga kecil di sebuah tempat di bumi ini. Hamba selalu bersyukur atas apa yang Kau berikan. Begitu banyak hal yang saya dapat hingga saat ini. Salah satunya hari kelahiran saya. Hal itu benar-benar yang namanya sebuah kejutan, ketika seorang ayah yang gagah masih mengingat hari kelahiran anaknya yang mungkin bukan seorang yang seperti bocah lagi. Anakmu sudah menjadi seorang yang dewasa dan bertanggung jawab akan hidupnya sendiri. Ayah masih menyempatkan waktu nya untuk membelikan sebuah makanan tradisi disaat hari ulang tahun. Ayah masih ingin merayakan apa yang dulu mungkin tak seberapa untuk membahagiakan anaknya saat masih kecil. Saya tak pernah menyangka beliau masih peduli dengan hari kelahiran saya, dan bukan maksud tidak peduli dengan anaknya, tapi ya sudah cukup perayaan ulang tahun untuk anaknya yang sudah menjadi dewasa. Beliau tak gentar, apapun yang beliau bisa lakukan, pasti beliau lakukan.
Hati ini tersentuh, air mata menetes dengan sendirinya, tak disangka sebuah hal terjadi tanpa perkiraan. Hanya terima kasih yang kusampaikan dari hati ini. Atas perjuanganmu untuk membahagiakan diri ini yang masih suka membantah perintahmu. Semakin tersadar diri ini bahwa dirimu masih ada di dunia ini, semakin tersadar bahwa diri ini harus menjaga dirimu hingga akhir hayat nanti. Hanya sebuah harapan yang diri ini bisa sampaikan kepadaNya untuk bisa membawamu ke tanah suci impian dan melaksanakan rukun islam yang terakhir. Dan hal itu harus dilaksanakan, wajib untuk dilaksanakan. Apa yang harus dilakukan, akan dilakukan hanya untuk kebahagiaanmu. Berbakti untuk sisa waktu yang tersisa. Dan berharap dapat bertemu di akhirat nanti.
Terima Kasih Ayah.

“Dibalik kegagahan dirinya, pasti ada kasih sayang yang tersimpan di hatinya”  

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

ariezz. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Kok Gue ?? -Metrominimalist- Powered by Blogger - Developed by Aries Santoso -